Hati, bila terluka siapalah yang tahu.
Lukanya tidak nampak di mata.
Pedihnya tidak jelas terlihat.
Yang merasa hanyalah empunya hati.
Yang kiranya tabah, mampulah dia mengukir senyum.
Melindungi hati yang perit berdarah.
Yang kiranya tidak mampu, terpancarlah luka itu.
Pada suram matanya, pada tawar senyumnya.
Hati, bertahanlah.
No comments:
Post a Comment